1. Kedatangan nya
Di sebuah hutan yang rimba, terdapat sungai yang mengalir berkilo-kilo meter panjangnya. Sebuah binatang buas, berjalan menelusuri sungai sekitar situ. Meminum air yang ada di sana, memakan binatang seperti babi, rusa, dan lain-lain. Dia merasa lapar, jadi memakan apapun dihadapan nya menjadi tujuan utama. Dia seperti baru saja terlahir dari alam semesta ini, alam semesta yang terpencil. Sebuah anugrah memberinya kelahiran hidup di dunia ini.
2. Pengganggu!
Ada sebuah pemburu, yang di sana hanya fokus untuk memburu sebuah beruang besar. Mereka dibekali senjata laras panjang, dan bahan peledak, serta granat tangan. Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak di inginkan. Mereka ber-5 yang menjadi sebuah 1 tim solid, mereka adalah salah satu anggota yayasan pemburu terbesar di dunia itu. Tak lama, mereka bertemu beruang yang muncul di sana, jika di perkirakan tinggi dari beruang itu adalah 4 meter. Berbadan besar dan gemuk. Semua tim mulai bergairah, karena mereka memiliki semacam fetish aneh, mungkin? Mereka tertarik berburu beruang, yang memang memiliki ukuran sangat besar. Selang 30 menit melawan beruang dengan senjata yang sudah dibekali, akhirnya mereka berhasil membunuh-nya. 1 tim solid itu mulai menguliti beruang itu, dan membawa kulit ke kantung besar di sebuah truck. Dan membawa daging-daging beruang yang sudah di ambil.
Alih-alih kesuksesan dan kegembiraan bagi para pemburu itu, bencana yang lebih besar menghampiri nya. Ya sesuai dugaan kalian. Hewan buas itu muncul, dia meraung keras hampir gedang telinga mereka pecah. Pandangan mereka terlihat meremehkan, karena ukurannya tak sebesar beruang tadi. Tapi rupa dari hewan itu sangat mengerikan, seperti monster reptil?
Mereka secara bersamaan, mengambil sebuah bahan peledan, dan granat bertujuan membunuh hewan aneh itu. Salah satu dari mereka malaporkan ini kepada pihak berwajib atau polisi hutan setempat. 2 dari mereka menembaki dengan senapan AK12 dan AK74 (Hitam). Satu dari mereka, menyiapkan bahan peledak untuk di lemparkan ke arahnya.
Hewan itu hanya seperti menahan tembakan dari peluru mereka semua, meraung dan terus meraung. Tidak hanya itu, tulang baru dan mata baru dari punggung keluar, mengeluarkan tentakel yang sangat besar dan fleksibel. Menyambar mobil yang mengangkut hasil buruan mereka. Terlempar 10 meter jauhnya. Mereka berlari, bersembunyi sendiri-sendiri. Mereka ketakutan, mereka histeris, mereka shock. Monster itu terus meraung, dan tentakel terus menggeliat di sekitar badannya.
Ya, dia tidak suka, dia yang ku maksud adalah Reptil itu. Dia tidak suka pembunuhan hewan, dia tidak suka pemburuan hewan. Hutan itu adalah miliknya. Tidak seorangpun berani memburu hewan di hutan itu.
3. Kau Terus Kabur?
Di sebuah luar angkasa yang luas nya tak terhitung oleh pemikiran manusia. Dia melayang, dan terbang melawan hukum gravitasi yang kini sering diketahui oleh manusia fana. Dia mengejar sosok manusia ilahi, ya benar dia manusia, tetapi derajat yang lebih tinggi dibanding manusia lain. Dia berlari mengitari galaxy, karena takut akan mahkluk reptil mengerikan itu. Suatu saat, sebut saja manusia ilahi ini bernama Abrovic. Sang raja penakluk neraka, salah satu manusia ilahi atau mahkluk Demi-God.
Dia bersembunyi di sebuah planet, mungkin bentuknya yang mungil itu tak akan terlihat oleh reptil gila itu. Namun takdir ikut dimakan oleh bajingan monster, planet hanyut masuk kedalam mulut nya. Abrovic memiliki kecepatan yang melampaui cahaya, ia selamat karena itu. Kerakusan sang reptil, menyebabkan tata surya tak lagi tertata rapi, bahkan mengeluarkan para planet dari jalur nya. Hampir semua planet hangus termakan, karena Abrovic selalu bersembunyi di planet ke planet.
Hingga bentuk badan dari reptil itu berubah menjadi rupa rupa planet, bertambah besar hingga hampir sebesar tata surya, kali ini dia berada di hadapan matahari, mungkin hanya beda 12,6% dari besar matahari? Ya matahari lebih besar darinya.
Abrovic, tidak mati karena panas matahari, dia mulai meremehkan mahkluk itu, karena mengira jikalau reptil gila itu akan mati terbakar habis oleh sang matahari. "Haha, keputusan yang bodoh nak!". Tetapi situasi berubah, dimana badan reptil yang hampir habis terbakar itu dengan cepat seperti bersahabat dengan api. Ya benar, tubuh nya mulai membesar melampaui matahari, bahkan 2× lipat nya.
Dan ini adalah akhirnya, akhir dari cerita dari seorang Demi-God, mati terlahap reptil purba, mati dengan konyol karena menantang mahkluk mati!






