SCP-017-ID
penilaian: +1+x
Item#: 017-ID
Level3
Containment Class:
euclid
Secondary Class:
none
Disruption Class:
vlam
Risk Class:
notice

800px-Pondok_Indah_Mall_tower_2_lobby.JPG

Pondok Indah Mall, Situs Provinsional-90.


Prosedur Penanganan Khusus: SCP-017-ID harus ditahan dan dipantau di lokasi
penemuannya. Properti di lokasi SCP-017-ID berada telah dibeli oleh Yayasan dan diubah
menjadi Situs Provisional-90, yang akan tetap dibuka untuk umum pada siang hari.

Personel Yayasan ditugaskan di dalam Situs Provinsional-90 sebagai staf operasional mal
untuk menjaga adanya upaya masuk tanpa izin di malam hari. Situs Provisional-90 harus ditutup pada pukul 21:00 waktu setempat, memberi waktu para personel yang ada di lokasi untuk mengosongkan mal dari pengunjung atau orang tak berwenang.

Deskripsi: SCP-017-ID merupakan sebuah pasar malam yang terletak di Lantai LG (Lower Ground) Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan. Terdapat sebuah spanduk kayu beraksara Jawa di pintu masuk Pasar Malam tersebut yang bertuliskan, "Selamat Berbelanja, Pengelana".

Pasar malam tersebut tersebar di bagian depan kios-kios yang ada di Lantai LG, yang dikelola oleh makhluk humanoid dengan tinggi 60 - 100 cm berfisik kulit pucat yang diberi klasifikasi sebagai SCP-017-ID-1. Jumlah kios SCP-017-ID beragam, namun tidak pernah melebihi dari 10 kios yang ada setiap malamnya1. SCP-017-ID-1 terlihat menjaga kios-kios pasar malam mereka beserta barang yang dijual ditampilkan di sana.

Barang-barang yang dijual oleh SCP-017-ID-1 memiliki beberapa macam jenis, mulai dari benda-benda mistis, jasa dari "dunia lain", sesajen, dan juga beberapa alat keperluan lainnya yang dijual sebagai, "Kebutuhan dunia lain". Beberapa dari benda atau produk yang dijual di SCP-017-ID memiliki unsur Taumaturgis dan unsur lainnya yang tidak diketahui.

SCP-017-ID-1 akan mulai bermunculan pada pukul 23:00 waktu setempat, membawa barang dan peralatan mereka serta bersiap-siap untuk berjualan dengan menempati halaman depan kios yang ada dan akan meninggalkan kios mereka pada pukul 05:00 waktu setempat. Tidak diketahui bagaimana cara mereka masuk ataupun keluar dari mal tersebut yang telah dikunci. Rekaman CCTV tidak menunjukkan aktivitas SCP-017-ID maupun SCP-017-ID-1.

Penemuan: SCP-017-ID ditemukan oleh salah satu anggota dari Asosiasi Taumaturgi Nusantara (ATN)2. Mereka mendapat panggilan terkait penampakan "Tuyul" yang ada di mal tersebut. Mengetahui upaya "purifikasi" akan berujung kontraproduktif, delegasi ATN melaporkan kepada pihak Yayasan terkait keberadaan SCP-017-ID. Melalui perusahaan cangkang, mal tersebut berhasil diakuisisi oleh Yayasan dan diubah menjadi Situs Provisional-90.


Lampiran 017-ID-A

Dr. Mima didampingi oleh delegasi dari Asosiasi Taumaturgi Nusantara, Tanoto Djiwanggono, untuk melakukan wawancara dengan salah satu SCP-017-ID-1 yang berada di lokasi. Percakapan tersebut menggunakan Bahasa Jawa, berikut adalah transkrip yang sudah diterjemahkan.

Rekaman Audio SC-01-017-ID

Transkrip Rekaman Wawancara

Tanggal: 07/09/2020

Subjek: SCP-017-ID-1

Penanggung Jawab: Dr. Juliana Mima

Mediator: Tanoto Djiwanggono


[MEMULAI REKAMAN]

SCP-017-ID-1: Ah, Selamat datang! Silahkan-silahkan, kami menawarkan barang-barang berkualitas di seluruh kota ini!

Dr. Mima: Terima kasih, tetapi kami datang kesini bukan untuk berbelanja.

SCP-017-ID-1: Ah, begitukah? Jadi, mas'e dan mbak'e di sini ingin bertanya sesuatu ke kita?

Tanoto: Benar, ada beberapa pertanyaan yang ingin kami ketahui, apakah tidak apa-apa? Mengetahui bahwa kau sedang berjualan.

SCP-017-ID-1: Ahh, biasa aja kok. Monggo-monggo, tak tanya apa nih?

Tanoto: Jadi gini toh, mau nanya Mas nih sudah berjualan seperti ini berapa lama?

SCP-017-ID-1: Sudah lumayan lama lah ya, 3 tahunan lah.

Tanoto: Jadi, semuanya yang di sini juga udah lumayan lama jualan, ya?

SCP-017-ID-1: Bener, Mas. Kita di sini udah lumayan lama berjualan di kios-kios kita ini. Ada yang jualan barang-barang dan juga makanan. Jarang yang jualan makanan, tapi ada disini 1-2 orangan.

Tanoto: Jadi, biasanya yang beli ini tuh semua siapa? Mengingat kalian jualan disini.

SCP-017-ID-1: Kita semua, "Pengunjung", dan kadang ada yang beli dari luar mas.

Tanoto: Dari luar?

SCP-017-ID-1: Loh, iya Mas. Orang-orang pakaian hitam biasanya beli atau mesen dari kita. Jarang sih, tapi kadang kita ada yang mesen terus nanti kita kirim barangnya ke orang itu.

Tanoto: Ohh begitu, tapi kalau boleh tahu, kenapa berjualan? Terutama di sini?

SCP-017-ID-1: Duh, Mas. Gimana ya jelasinnya. Kita tuh sekarang sudah gak berguna, Mas. Dulu pas Tahun 2000an ke bawah, kita biasa dipanggil sama majikan kita, dapet pekerjaan disuruh anu dan nanti kita dibayar bagus sama majikan kita. Masuk sekarang dah jauh beda, Mas. Kita gak bisa lagi kerja karena zaman sekarang mah, orang-orang pada pake yang namanya Opo atau Ojek-ojek itu lah yang ada di HP mereka3. Kita sendiri bingung mau nyurinya gimana. Jadi ya, kita mau engga mau kudu jualan Mas, buat nafkahin hidup sama makan di sini. Kita lihat orang-orang yang belanja di sini juga pada pakai HP (ponsel pintar) mereka semua, Mas. Bukan duit lembaran lagi, makanya kita sekarang pada jualan, Mas. Kita pilih tempat ini juga, karena lumayan ramai pengunjungnya, Mas. Mengingat ini juga pusat perbelanjaan ya, kan.

Tanoto: Hmm, baiklah. Tapi, mau nanya nih. Kalau yang benda-benda gini kan, bisa dibuat sendiri kan, ya? Tapi, kalau yang makanan itu dari mana dapatnya?

SCP-017-ID-1: Ohh itu ada pemasoknya, Mas. Mereka bawa makanan ke sini buat dijual ke kita dan nanti dijual lagi Mas, gitu. Apalagi kalau lagi hari penting gitu mas, suplai banyak berdatangan buat dijual.

Tanoto: Tapi kalo begitu, kalian pakai apa buat jual-beli nya?

SCP-017-ID-1: Pakai daun sirih mas, pemasoknya yang netapin transaksinya pake ini aja. Jadi, kita ngikutin atasan deh.

Tanoto: Baiklah, mungkin itu saja untuk malam ini. Bu Mima sendiri bagaimana?

Dr. Mima: Itu saja untuk hari ini, kita sudah mendapatkan apa yang diinginkan.

Tanoto: Baiklah, terima kasih atas kerjasama nya Mas…

SCP-017-ID-1: Agus, itu panggilan orang-orang sini.

Tanoto: Oke Mas Agus, terima kasih untuk malam ini. Semoga bisnismu lancar.

SCP-017-ID-1: Yakin gak mau beli? Kalian orang pertama loh yang datang ke tempat kita.

Tanoto: Pertama?

SCP-017-ID-1: Iya, soalnya dulu ada orang yang ngeliat kita jualan di sini. Terus malah kabur. Gak tau kenapa. Jadi, secara teknis kalian yang pertama di sini.

Tanoto: Begitu ya, terima kasih atas tawarannya Mas Agus. Tetapi,kita ada yang harus dikerjakan.

SCP-017-ID-1: Okelah kalau begitu, datang kesini aja kalau butuh sesuatu ya, Mas.

Tanoto: Matur nuwun, Mas.

SCP-017-ID-1: Sami-sami.

[MENGHENTIKAN REKAMAN]

Catatan: Berdasarkan rekaman wawancara, SCP-017-ID tidak menunjukan adanya tendensi berbahaya bagi lingkungan sekitar. Upaya purifikasi tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena hanya akan membuat SCP-017-ID pindah ke suatu tempat lainnya untuk berjualan. Maka dari itu, SCP-017-ID-1 hanya diperbolehkan untuk berjualan di kawasan mal ini saja. Terkait "Pengunjung" dan "Klien" lain yang disebut oleh SCP- 017-ID-1 masih dalam tahap penyelidikan. Sampai waktu yang tidak ditentukan, semua upaya percobaan terhadap SCP-017-ID dihentikan sementara.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License