Pesepedah berbara api dengan bendera terikat di tiang. Berjuang!
SCP-016-ID
Objek
SCP-016-ID
Jenis
Aman
Tata Cara Penanganan Khusus
Setiap pukul 06.00, SCP-016-ID harus dikibarkan dengan tiang setinggi 17 meter yang telah dimodifikasi tahan api. Setiap pukul 17.00, SCP-016-ID harus diturunkan dan di simpan dalam loker penyimpanan tahan api. Sekitar area tiang bendera dan loker penyimpanan tidak boleh terdapat benda yang mudah terbakar. Pelanggaran penanganan harus segera ditangani secepatnya dengan mengibarkan atau menurunkan bendera menggunakan pakaian khusus tahan api dalam keadaan tubuh basah dan langsung memadamkan api yang disebabkan.
Jabaran
SCP-016-ID adalah bendera merah putih berukuran 1,2 x 1,8 meter. Kain bendera tersebut tidak dapat diidentifikasi jenis bahannya dan memiliki sifat tahan api. Bendera tersebut akan membakar area yang berjarak 5 meter dan akan bertambah jarak 10 meter setiap jam bila:
- Tidak dikibarkan di tiang dengan ketinggian 17 meter atau lebih pada jam 07.00—16.00.
- Tidak diturunkan dari tiang pada jam 18.00—05.00.
percobaan diturunkan dibawah 17 meter tidak berpengaruh dan tetap dinyatakan masih berkibar.
- Bendera berkibar secara terbalik.
SCP-016-ID pertama kali diketahui oleh seorang agen yang sedang berkeliling dan mengintai di area sekitar kota Bandung pada tanggal 23/03/1946. Dalam pengintaian tersebut, agen tersebut melihat api yang membesar diiringi pesepeda berbara api di sekujur tubuhnya dengan bendera merah putih yang terikat di tiang bambu dan langsung melaporkan hal tersebut. Saat diamankan pada jam 18.27, kondisi J███ S██████ dalam keadaan penuh dengan luka bakar dengan bendera yang masih terbakar. Pria tersebut berhasil ditahan tanpa perlawanan dengan sepeda dan benderanya yang telah diamankan.
Insiden
Pada jam 07.13 WIB, terdapat laporan mengenai kebakaran yang terjadi pada sekitar tempat penyimpanan barang. Kebakaran tersebut membakar 2 tenda dan pepohonan disekitarnya. Penanganan langsung dilakukan dengan memadamkan api tersebut, tetapi setelah 2 jam pemadaman berlangsung daerah kebakaran tersebut menjadi semakin luas. Penanganan lanjutan dengan mengamankan barang-barang tersebut dengan diletakan di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan arahan Dr. Djoen membawakan hasil bahwa efek anomali tersebut berasal dari bendera yang diamankan dari J███ S██████. Dalam meminimalisir kerusakan, Dr. Djoen berinisiatif untuk langsung melakukan wawancara terhadap J███ S██████.
Narasumber: J███ S██████
Pewawancara: Dr. Djoen
Tanggal: 24/03/1946
Catatan: Dr. Djoen melakukan wawancara dengan mengaku sebagai salah satu utusan dari pemerintah pusat.
Dr. Djoen: Assalamu'alaikum, pagi pak, Gimana kabarnya?
J███ S██████: Wa'alaikumussalam, sudah lebih siuman sekarang.
Dr. Djoen: Syukurlah kalau begitu, apa saya boleh bertanya-tanya mengenai kejadian kemarin?
J███ S██████: Silakan pak.
Dr. Djoen: Saya akan langsung nanya dulu keintinya, apa ada yang aneh dengan bendera tersebut?
J███ S██████: Gak ada yang aneh sih pak, itu hanya bendera biasa yang saya biasa kibarkan setiap hari. Apa perasaan kalau jiwa Almarhumah istriku selalu melekat pada bendera yang ia buat juga termasuk sesuatu yang aneh?
Dr. Djoen: Mungkin, karena bendera yang bapak bawa sekarang sedang terbakar sendirinya.
J███ S██████: Serius pak? Biasanya gak pernah begitu.
Dr. Djoen: Itu sebabnya saya ke sini sekarang. Apa yang bapak lakukan biasanya? Siapa tahu itu akan membantu sebagai petunjuk.
J███ S██████: Biasanya saya hanya mengibarkan bendera tersebut setinggi-tingginya yang saya bisa. Apa itu dapat membantu?
Dr. Djoen: Entahlah, tapi akan kami coba.
[Dr. Djoen mengisyaratkan dengan tangan kepada orang di belakangnya untuk mencoba hal tersebut]
Dr. Djoen: Kalau begitu, saya ingin menanyakan hal lain. Kemarin kami menemukan bapak tidak sadarkan diri dalam keadaan bersepeda, kenapa bapak tidak langsung keluar?
J███ S██████: Oh … hal tersebut saya lakukan atas permohonan almarhumah istri saya beberapa hari yang lalu sebelum ia meninggal.
Dr. Djoen: Kalau boleh tahu apa yang almarhumah pesankan sebelumnya?
J███ S██████: Almarhumah istriku memohon untuk membumi hanguskan Bandung dan mengitari Bandung dengan bendera yang almarhumah buat sendiri.
Dr. Djoen: Apa bapak tahu kenapa almarhumah berkata demikian?
J███ S██████: tidak tahu, ia tidak sempat menyelesaikan ucapannya.
Dr. Djoen: Saya mengerti, pada akhirnya bapak menyelesaikan pesan terakhir almarhumah.
J███ S██████: Iya, sampai-sampai saya tidak percaya awalnya bahwa saya dapat menyelesaikan permintaannya. Bahkan saya dapat sekalian membela negara ini tanpa merasa terbebani bila kehilangan rumah atau banyak harta dan bahkan nyawa saya sendiri.
[J███ S██████ mulai menangis]
Dr. Djoen: Senang mendengarnya. Almarhumah pasti orang yang beruntung karena memiliki orang seperti bapak.
J███ S██████: iya.
Dr. Djoen: Wassalamu'alaikum.
J███ S██████: Wa'alaikumussalam.
Catatan Akhir: Bapak J███ S██████ diberikan obat amnestik dan diserahkan ke keluarganya. Penanganan terhadap SCP-016-ID dinyatakan berhasil dengan mengibarkan setinggi tingginya. Percobaan untuk mengukur ketinggian yang paling efektif akan dilakukan secepatnya.






