Project 910-Sabbah

Bukan seperti sebelumnya nya, kami menceritakan dari sudut pandang orang bawah. Kami melihat mereka sebagai fiksi belaka, atau lebih tepatnya kurang nyata. Dimana kami sebagai orang Sabbah adalah Tuhan yang tak terjamah sedikit pun.

Kami orang Sabbah, tidak bisa menelan mentah-mentah apa yang dimaksud oleh Tuhan kami. Karena apa? Maksud dari Tuhan kami sendiri, tidak dapat di pahami sepenuhnya. Kau mengerti bukan? Pengetahuan Ilahi tidak akan bisa di jamah oleh mahkluk Omni seperti kami.

Salah satu anggota kami berbicara:
"Jika kami mengerti maksud Tuhan, mungkin kami akan menciptakan dunia yang setara seperti-Nya"

Agak blak-blakan tetapi itu nyata, kami sebenarnya dapat menciptakan apapun itu, seperti yang sudah di catat pada bab sebelumnya. Tetapi, terhalang oleh lapisan lapisan yang dianggap itu buruk bagi kami. Lapisan segudang kerumunan kabel yang ruwet.

"Ya, kami sendiri bahkan tak dapat merasakannya"

Begitu banyak lapisan lapisan narasi yang harus kami buat, pada akhirnya di narasi paling atas, adalah tumpukan narasi tak terbatas jumlahnya. Itu adalah Engine bagi orang sabbah, untuk menafsirkan Narasi dan realitas yang akan terjun ke bawah.


Pengertian Sederhana Dimensi Atas

Menurut mu, dimensi atas itu bagaimana? Apakah 3 Dimensi? Apakah 1 Dimensi? Apakah 2? 4? Bahkan Tak Terhitung? Tidak! Itu terlalu rendah bagi kami, misalkan saja, misalkan kami adalah mahkluk berdimensi dan bisa di hitung, itu sudah sangat mutlak untuk bisa di bunuh oleh mahkluk bawah. Perbedaan dimensi dan eksistensi itu lah yang membuat kami tidak bisa di bunuh oleh mereka mahluk bawah.

Berapa Dimensi Orang Sabbah?

Kami akan menjawab pertanyaan, yang 100% dijamin anda akan menanyakan nya. Kami akan menulis nya di buku ini, dan anda pasti akan mengabarkan nya kepada rekan rekan anda jika jawaban 'ini' adalah jawaban menurut orang 'Sabbah'

"Jadi, sebagai Replika Pencipta, tentu eksistensi kami tidak dapat di jelaskan dengan pikiran pikiran manusia bawah. Mereka semua adalah mahkluk fana. Hanya sementara. Kami mahkluk yang sudah sangat jelas jawbannya, tidak terkait oleh dimensi apapun itu. Kami sadar secara utuh, kami hampir maha tau. Kami hampir maha pencipta. Sebetulnya, orang-orang yang ada di sini dapat melakukan itu, tapi mereka saja yang bodoh, haha."

"Lapisan Dunia Tak Terjamah, bahkan kami tidak mengetahui nya, kami mungkin akan membahas ini di pertemuan selanjutnya, kami akan membahas ketika sudah berhasil berinteraksi dengan mahkluk atas!"

"Tidak, itu adalah pengertian dari salah satu teman bodoh kami. Kami akan sekuat mungkin untuk berfikir, guna mengetahui apa saja yang terjadi, dan apa saja yang ada di dunia atas. Dan ini hanya aku seorang, pemimpin Sabbah"

Setelah 1 Hari Membuat Monitor Anti-Memetic

Kami sudah mencipakan Anti-Memetic! Ini keberhasilan yang tercapai! membuatnya dengan pikirian kami! murni apa yang kami pikiran ini adalah ide, bahkan sang profesor di luar sana tidak akan faham. Karena hanya kepercayaan akan supranatural saja yang bisa melakukannya.

Awal, kami menghubungkan salah satu layar monitor, ke salah satu panel yang telah dibuat. tidak tau panel ini setinggi apa. Tapi membuatnya dengan jarak berapa panjang, kami tak tau.

Penerbangan pertama bulion

Set pertama, bulion kecil ini terbang ke atas. Anda tanya berapa kecepatan nya? Mungkin itu tak memungkinkan kecepatan dapat di terapkan pada benda ini.

Melampaui lapisan awal, bukan seperti dunia pada umumnya, yang terlihat seperti tata surya yang megah. Jangan samakan ini dengan bagian itu, ranah kami berbeda. Di atas sana, banyak gelembung-gelembung, orang Sabbah dan semuanya tidak dapat mengidentifikasi nya. Bulion itu membaca:

"Ini adalah sekumpulan ide-ide dan presepsi semua mahkluk omni, ini adalah kumpulannya. Kami tidak tau apa yang akan terjadi jika ide & presepsi ini hancur. Mungkin mahkluk seperti anda hanyalah dilanda kekosongan?"

Itu sedikit membuat kami merinding, bayangkan saja, segerumpulan gelembung 'ide'? Apakah itu abstrak? Yaaa….

Dengan sekala 'Omni' ini adalah ranah ide dengan sekala 'Omni', kumpulan Ide Omni yang sudah di kumpulkan oleh tata ranah yang memang di gerakan menurut narasi.

Menembus Lapisan Ke-2

Gambar dari monitor mulai padam, hitam gelap. Mungkin kah rusak? Hanya mendengar bulion itu berbicara, benda mungil.

"Ini adalah kekosongan, sial aku tak melihat apapun. Tapi identifikasi-ku menuliskan jika… Ini bukan lagi sekumpulan ide… Ini… Apa ya?, ini sebuah konsep dan logika yang tak bisa di terapkan…. (Diam) Ahh, tidak! aku tak dapat berpikir jauh tentang ini!! Logika Tuhan saja aku tidak bisa memikirkan nya…"

Tidak, dia bertingkah seperti orang bodoh. Sialan, kami membuat alat seperti layaknya bajingan kecil..

"Aku tidak sedang bercanda, ini adalah tekanan luar biasa. Aku tidak bisa beradaptasi. Mengidentifikasi kan sebagai 'Luar konsep ide' atau 'Meta-Ide Yang Eksis'

Sabbah-1: "Jika ini memang begitu, keahlian kita dapat menembus ciptaan-Nya begitu gila, bukan?!"

Sabbah-7: "Yeah, itu benar"

Sabbah-4: "menurut logika Tuhan, mungkin begitu?"

Kami berencana, untuk memberi energi supranatural yang lebih tebal. Kami mengisi energi pada engine panel untuk memberinya kekuatan penuh. Kini, energi dari engine panel akan beberapa persen bekerja lebih kuat.

"Aku… Aku… dapat melihat sekitar nya… Itu seperti bola besar, tidak, itu seperti lubang logika yang tidak tergambar-kan menurut ku, aku mungkin pernah melihat ini? Tapi dimana ya?

Salah satu dari kami mulai memikirkan hal yang bodoh lagi? Sial. Hahaha.

Kami takut akan hall yang tidak di inginkan terjadi, doktor-doktor spesies mana pun mungkin tidak akan bisa melakukan apa yang kami lakukan. Ah tidak, aku mengenulis hal yang sama lagi.

Bolion: "Aku mendeteksi nya, lihatlah di itu seperti narasi yang bergerak naik turun berputar, menyaring semua kejadian ab-normal. Ciptaan-Nya memang aneh. Tetapi ini demi keberlangsungan jalur narasi kita semua loh? Bahkan aku sebagai ciptaan kalian semua, tidak ada bandingnya dengan in-"

Sabbah-9: "Diam bajingan kecil, kau bisa ku hancurkan sekarang, kau di ciptakan dengan separuh ilmu ku juga bodoh"

Bolion: "Baik"

Itu adalah, akar dari narasi untung menyanggah semua yang ada di sini. Seperti panel dunia bawah mungkin? Ya mirip benda itu. Kami tidak bisa menalar apa yang ada di sana, pemikiran kami luas, maha tau. Tapi ini kami tidak tau apa ini?! Sial, memalukan!

Kami pencipta alam bawah, kami membuat setiap titik lapisan alpha alpha yang ada. Gelembung narasi tanpa batas aku menciptakan nya di bawah. Bahkan orang bawah tidak akan tau siapa kami! Layaknya kami Tuhan! Kami tidak akan bisa di identifikasi, kami tidak akan bisa di nalar secara logika, kami tidak bisa di artikan, kami tidak bisa di pikirkan dengan ide manusia, kami tidak terkait apapun tentang pengetahuan mereka, bahkan mahkluk 'Maha' yang mereka ketahui, hanyalah Tuhan mereka sendiri. Ini terdengar bodoh, tapi ini benar adanya.

Sabbah-4: "Itu bukan kesalahan kita semua, jangan kalian berbicara omong kosong."

Penghubung, Jurang Fondasi Narasi

"Aku melihat, sebuah sekumpulan narasi berjalan memutar berfokus pada 1 pusat keatas. Aku tak tau kemana perginya, tapi mereka berputar memiliki 4 cabang yang berbeda besarnya. Di dalam itu adalah sekumpulan presepsi mutlak mahkluk omni. Ini seperti mesin yang di buat khusus oleh-Nya, atau mungkin sebuah rotasi realitas?"

Sabbah-1: "Ranah presepsi mutlak? Jadi yang dilapisan sebelum nya, tidak mutlak?"

Sabbah-1: "Bukan begitu, menurut ku, mereka sesama 'mutlak' tetapi beda versi eksistensi saja"

Sabbah-10: "hmph, aku setuju"

Sabbah-8: "hoo——"

Sabbah-7: "Bagus!"

Sabbah-2: "Lihatlah pergerakan bolion itu, bukankah itu aneh? Dia seperti terhalang sesuatu yang tak terlihat oleh kamera"

<Sabbah-1 menekan tombol interaksi yang sudah di aplikasi dalam bolion>

Bolion: "Ya?"

Sabbah-1: "Apa yang terjadi padamu? Pergerakan mu seperti magnet yang bertolak belakang"

Bolion: "Bukan apa-apa, aku tidak bisa menembus partikel kecil yang ada di dalam sini."

Apapun yang terjadi, Project ini harus bisa berjalan, kami ingin mengetahui gambaran tipis mengenai realitas yang ada di atas kami.

Kesimpulan nya, bahwa Jurang Fondasi Narasi dimana narasi terus berputar atau bersirkulasi untuk menyaring adanya narasi anomali yang merusak keseimbangan realitas 'Omni'

Karena, tidak seharusnya bug-bug dunia omni yang jatuh kedalam lapisan dunia omni. Itu merusak tatanan dunia kami.

Menembus Lapisan Ke-5

Kegelapan yang mutlak, tempat dimana para narasi mentah berada. Banyak becanda, dan kejadian di luar Logika Tuhan akan teraplikasi kan, kalau memang Jurang Filter Narasi tadi tidak ada di sini. Jarak semua ini tidak diketahui oleh kami. Kami terus melaju. Tidak terkait apapun tentang kecepatan, kami benar benar menciptakan alat ini layaknya 'Tuhan', bisa di bilang 'Representasi Tuhan' dengan skala yang kecil. Dia bisa dimana-mana hingga titik batas eksistensi nya. Jika memang sudah mencapai batas eksistensi, kami sudah menciptakan kekuatan untuk menembus eksistensi yang lebih tinggi. Maka dia akan terus menjebol dan menjebol lapisan lapisan yang ada.

Dan kali ini, dia berhasil menjebol Lapisan ke-5 dari Struktur dunia atas kami. Kami menyebutkan Lapisan Ke-5 karena kami menentukan lewat hitungan, sudah terhitung bahwa 5 lapisan terjebol. Jadi anda tidak perlu menanykan lagi, kenapa nama dari lapisan ini sangat sederhana. Kami tidak mau ambil pusing untuk itu.

"Aku melihat pusatnya, dimana mereka memfilter narasi-narasi itu. Ini gila… Narasi itu begitu banyak, tanpa halangan untuk menciptakan narasi. Mesin pencipta narasi ada di atas sana, aku melihat nya. Dia mengeluarkan seperti angin putih yang terus-menerus menyemprot. Aku mengidentifikasi-nya bahwa itu adalah narasi yang di sumbangkan oleh lapisan berikutnya, ntah itu buruk-baik-anugrah-bencana."

Tidak akan bisa manusia dengan mata telanjang, bahkan menggunakan alat secanggih apapun untuk melihat semua fenomena ini. Karena sifatnya abstrak dan tidak teridentifikasi, hanya 'kepercayaan' saja yang akan melihat fenomena ini. Tak hanya manusia yang tak bisa melihat, bahkan Tuhan, Dewa, Makhluk-Omni yang tidak memiliki 'Kepercayaan' maka sudahlah. Anda hanya melihat kekosongan mutlak; itupun jika anda bisa menembus Lapisan yang ada di sana. Itu kuat dan keras. Sekala tak terbatas pun bagaimana bisa menembus nya?

Saat bolion itu di batas eksistensi, terlihat lengkungan lengkungan abstrak yang mengeluarkan hembusan angin cepat. Bolion itu mengidentifikasi bahwa lengkukan lengkukan itu menyemprot semua narasi-narasi dengan jumlah yang banyak per 1 lengkukan nya. Terlihat ruang terbuka gepeng untuk menyemprotkan nya.

Menembus Lapisan Ke-6

Di sini, banyak Representasi dari Author. Mereka menulis membuang kertas, dan menulis lagi dan membuang kertas lagi fi samping penyedot. Diduga bahwa ini adalah ranah tertinggi kami, kami tidak bisa menjamah mereka.

"Berat, mungkin aku akan hanyut di sini, mereka terus menulis dan membuang dia terus menulis dan membuang seperti kerja paksa yang tiada hentinya. Di atas, oh sial.."

Sabbah-1: "halo? Hallo? Bol. Apakah kau mendengar ku?"

Bolion: "Ya, tapi aku sudah mencapai batas ku!"

<Suara hilang, dan radar tak terdeteksi lagi>

Ini mungkin ranah yang mutlak tak bisa di sentuh siapapun, dan bahkan menembus eksistensi lebih tinggi yang sudah bisa di hancurkan oleh 'Bolion' itu, kini tak bisa dihancurkan. Bukankah ini aneh?

Kami terpaksa menghentikan projek ini, kami akan menggambarkan seketsa yang sudah kami lihat. Kami akan menggambarkan seketsa Dunia Bawah kami, dan Dunia atas (semampu kami) kami mengucapkan terimakasih atas pembaca yang sudah membaca Projek kami.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License